Jumat, 29 Maret 2013

We Aren't Perfect but We Can Try to be Better part one

Seorang anak kecil berusia tidak lebih dari 7 tahun berjongkok di pinggir jalan,menikmati jambu mentah yang baru saja dia ambil dari pohon yang ada di halaman depan rumah tetangganya.

Dengan sikap acuh berbingkai pakaian yang kumal tak terurus,dia melahap sebuah jambu biji yang jauh dari kesan matang.

Dunia seakan miliknya sendiri,tidak ada yang memberi tahu atau perduli bahwa apa yang baru saja di lakukan anak berumur 7 tahun ini adalah sebuah PENCURIAN !.

Ketenangannya terusik ketika datang seorang anak yg lebih besar.''Woi bagi dong ! Awas lu, kalau ngga gua tampol !'' Dengan sikap arogan dan tata bahasa yang menjijikan untuk anak seusianya,dia tidak lagi meminta , namun MEMAKSA !

Si bocah berumur 7 tahun itu pun hanya bisa menangis histeris,segala nama binatang keluar dari mulutnya sebagai wujud kekecewaan saat Kakaknya merebut harta karunnya.
Yeah,, Jambu klutuk hijau yang masih pentil.

Kemanakah sang ibu,yang seharusnya mengajarkan sopan santun pada anaknya ?
Mungkin dia sedang sibuk mencuci atau memasak,bisa juga dia sedang nongkrong di depan televisi menikmati sinetron pagi atau infotaiment.

Terusik ? Mugkin si Ibu tidak, namun aku iya.
Kenapa ? Jika anda fikir kejadian tersebut adalah salah satu kenakalan anak kecil yang harus di tolerir dengan alasan ''Namanya Juga anak-anak'' ,Well, saya sarankan anda untuk BERHENTI menjadi Orang tua ! Karena yang baru saja terjadi itu merupakan tindak kejahatan !

Tindakan yang di lakukan sang kakak merupakan intimidasi dengan kekerasan psikologis ,yang tak jarang berakhir dengan kejahatan fisik.Mengertikah sang ibu ? Saya yakin sang ibu tahu dan menyadari kelakuan minor sang anak,namun apa mau di kata,toh setelah mereka berjibaku ,tak lama kemudian hubungan adik kakak tersebut akan mesra kembali,Jadi untuk apa di ributkan?

Ini hanya sekelumit kecil peristiwa yang terjadi di sekitar kita.Jika anda berfikir ini normal,maka tak di ragukan lagi,etika masyarakat bangsa ini memang sudah di titik nadir.

Mengapa surga ada di telapak kaki ibu ?
Anda fikir hanya dengan melahirkan anda sudah bisa di sebut ibu ?
Jika anda berfikir menjadi seorang ibu adalah hal yang mudah di lakukan,anda betul-betul harus meng-upgrade otak anda.

Menjadi seorang Ibu bukan hanya sekedar ''mengurus'' seperti memandikan,memasak,mengantarkan sekolah dan mengaji lalu melepasnya tanpa pengawasan.

Para orang tua berfikir dengan menyekolahkan anak mereka,mereka fikir mereka sudah memberikan "Pendidikan" bagi sang anak. Well lemme tell ya one thing,Pendidikan di sekolah hanya teori yang hanya bisa memberikan asupan moral dalam membentuk pribadi sang anak sebesar 10 % sedangkan 90 % sisanya di dapatkan di rumah serta lingkungan tempat di mana sang anak tinggal.

#There is no one can help you out beside your self. *Just saying.

3 komentar:

  1. bisa di RT ga yah...
    hm, iya bun, pekerjaan yang paling sulit itu bukan sebagai CEO atau dokter ahli syaraf,
    tapi parenting, dimana kegagalan dan keberhasilan seseorang dalam mendidik anaknya itu bisa menjadi sangat berpengaruh pada lingkungan...
    *ga tau ngomong apa* hehehe

    BalasHapus